Di tengah maraknya modus penipuan kredit online, memilih akses kredit online atau PayLater yang tepat bisa jadi tantangan tersendiri. Apalagi kalau kamu termasuk yang baru mau coba layanan PayLater, salah satu hal penting yang harus dicek tentu adalah apakah aplikasi PayLater tersebut sudah terdaftar dan memiliki izin untuk beroperasi dari OJK? Kalau belum, maka sebaiknya jangan diunduh atau digunakan karena berisiko untuk keamanan data dan transaksimu nantinya.
Kalau cari keyword “PayLater” di Google Play Store atau App Store, kita bakal menemukan banyak sekali pilihan aplikasinya. Nggak jarang, karena terlalu banyak pilihan, kita mungkin malas atau nggak sempat buat membandingkan kelebihan dan kekurangan setiap aplikasi. Cuma lihat sekilas penawarannya, lalu download dan daftar.
Padahal, kalau mau ketemu dengan PayLater yang mekanismenya sesuai dengan kebutuhanmu dan aman digunakan, mau nggak mau kita harus meluangkan waktu buat mengecek layanan dari aplikasi PayLater yang kita gunakan.
Nggak susah, kok. Paling nggak, ada 5 hal yang bisa kamu cek sebagai penanda apakah aplikasi PayLater pilihanmu sudah memenuhi syarat yang berlaku dan aman digunakan. Berikut ini ulasannya:
- Suku bunga kreditnya sesuai dengan aturan OJK
Jangan gunakan aplikasi PayLater yang suku bunganya lebih dari aturan yang berlaku. OJK sendiri menetapkan batas suku bunga pinjaman konsumtif adalah 0.3% maksimal per harinya atau sekitar 9% per bulan. Sebelum download aplikasi PayLater, periksa juga informasi suku bunga di website maupun halaman Google Play Store atau App Storenya, apakah suku bunganya sudah sesuai aturan yang berlaku?
Nggak usah khawatir, sebab sekarang, banyak opsi aplikasi PayLater yang bunganya bersahabat, Salah satunya Kredivo PayLater yang suku bunganya mulai dari 1,99% per bulan. Kredivo bisa digunakan untuk cicilan s.d 24 bulan, bisa juga dipakai untuk pinjaman tunai.
- Tidak meminta akses ke fitur smartphone lain selain Kamera, Mikrofon, dan Lokasi
Selain aturan suku bunga, ada juga aturan mengenai fitur apa saja yang boleh diakses atau diminta izinnya dari aplikasi PayLater ke smartphone nasabah. Hanya ada 3 fitur yang diperbolehkan yaitu Kamera, Mikrofon, dan Lokasi. Selain dari pada 3 fitur ini, apalagi fitur Kontak, aplikasi PayLater dan pinjaman online nggak diperbolehkan mengakses atau meminta izin akses ke pengguna. Jadi, sebelum kamu unduh aplikasi PayLater, pastikan juga mengecek bagian “Permissions” yang akan diminta aplikasi. Jangan sampai terkecoh!
- Proses daftarnya berbasis online dan tidak memerlukan bantuan pihak ketiga
Semua proses pendaftaran PayLater umumnya sudah dibuat secara online dan bisa dilakukan mandiri oleh kita sebagai penggunanya. Jadi, nggak butuh lagi bantuan pihak ketiga. Kalau menemukan jasa sejenis ini, misalnya jasa bantuan pendaftaran akun PayLater dengan iming-iming pasti disetujui, sebaiknya tolak karena bisa jadi ini modus penipuan dan berbahaya untuk data-datamu.
- Memberikan mekanisme kredit yang jelas di awal
Nggak cuma suku bunga, aplikasi PayLater yang legal dan aman juga cenderung akan memberikan informasi mekanisme kredit yang jelas sejak awal. Kamu juga bisa mengakses informasi mekanisme kredit ini dengan mudah lewat situs atau aplikasinya langsung.
Mulai dari tenor kredit, bunga, limit kredit, sampai ke biaya administrasi dan dendanya kalau sampai ada keterlambatan pembayaran. Jadi, pastikan juga untuk mengecek hal ini.
- Punya alamat & kontak CS resmi
Perusahaan atau layanan PayLater yang resmi juga biasanya akan mencantumkan informasi alamat kantor yang jelas beserta kontak Customer Service yang utama. Sebab, kalau ada sesuatu terjadi pada transaksi nasabah, maka nasabah bisa dengan mudah menghubungi CS resminya lewat kontak yang disediakan baik itu email, WhatsApp, atau telepon.
Sebelum unduh aplikasi PayLater, pastikan juga kamu mengecek kelima hal penting ini.